Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tokoh Hanoman dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Hanoman - Anoman atau yang biasa disebut sebagai Hanoman memiliki wujud kera putih, namun dapat berbicara dan berada-istiadat seperti manusia. Hanoman dalam pewayangan Jawa merupakan putera Bhatara Guru yang menjadi murid dan anak angkat Bhatara Bayu. Hanoman sendiri merupakan tokoh lintas generasi sejak zaman Rama sampai zaman Jayabaya. 

Tokoh Hanoman dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Cerita Hanoman dalam Ramayana

Ibu Hanoman, Anjani, adalah puteri sulung Resi Gotama yang terkena kutukan sehingga memiliki wajah kera namun bertubuh manusia. Atas perintah ayahnya, Anjani bertapa di telaga Madirda. Suatu ketika, Bhatara Guru yang melintas di atas langit tergoda dengan tubuh Anjani sehingga spermanya jatuh di atas daun asam. Daun asam itulah yang kemudian dimakan oleh Anjani sehingga ia mengandung. 

Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu oleh para bidadari kiriman Bhatara Guru. Ia melahirkan seekor bayi kera berbulu putih. Sedangkan tubuh Anjani kemudian berubah menjadi sangat cantik dan akhirnya dibawa oleh para bidadari ke kahyangan. 

Bayi berwujud kera putih yang merupakan putera Anjani kemudian diambil oleh Bhatara Bayu dan dijadikan sebagai anak angkat. Setelah pendidikannya selesai, Hanoman kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, yakni Sugriwa, raja kera Gua Kiskenda. 

Pada saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, yakni Subali, yang juga merupakan paman Hanoman. Hanoman akhirnya berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran Ayodhya yang sedang menjalani hukuman pembuangan/pengasingan.

Keduanya, Rama dan Laksmana, kemudian bekerja sama dengan Sugriwa untuk mengalahkan Subali serta bersama-sama menyerang negeri Alengka untuk membebaskan Sinta, istri Rama yang diculik oleh Rahwana yang merupakan murid Subali.

Dalam proses penyelamatan Sinta, pertama-tama Hanoman menyusup ke istana Alengka untuk menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sinta. Di sana ia membuat kekacauan yang sangat besar hingga akhirnya tertangkap dan hendak di hukum bakar. Di luar dugaan, ternyata Hanoman berhasil kabur dan membakar sebagian ibukota Alengka. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal banyak orang dengan sebutan Hanoman Obong. 

Setelah Hanoman kembali ke tempat Rama, pasukan kera pun berangkat menyerbu Alengka. Hanoman kembali sebagai pahlawan yang banyak membunuh pasukan Alengka. 

Dalam pertempuran terakhir, Rama kewalahan saat bertanding dengan Rahwana yang memiliki Aji Pancasona / Pancasunya, yakni kemampuan untuk hidup abadi ketika tubuhnya menyentuh tanah. Jadi setiap kali senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu pula Rahwana bangkit kembali. Pada saat itu, Wibisana yang merupakan Adik Rahwana yang memihak Rama segera meminta Hanoman untuk membantu. 

Hanoman kemudian mengangkat Gunung Ungrungan untuk ditimpakan di atas mayat Rahwana ketika Rahwana baru tewas di tangan Rama untuk kesekian kalinya. Melihat kelancangan Hanoman, Rama pun menghukumnya untuk menjaga kuburan Rahwana. Hal ini karena Rama yakin bahwa Rahwana masih hidup di bawah gencetan gunung tersebut dan setiap saat dapat melepaskan rohnya untuk membuat kekacauan di dunia. 

Hanoman sebagai seorang kera putih yang dihukum oleh Rama pada suatu ketika memiliki keinginan untuk mati. Hal ini karena Hanoman merasa sangat bosan hidup di dunia karena dianugerahi umur yang sangat panjang. 

Pada kondisi tersebut, Narada turun ke bumi untuk mengabulkan keinginan Hanoman untuk 'mati'. Syaratnya, Hanoman harus dapat merukunkan keturunan keenam Arjuna yang sedang terlibat perang saudara. Setelah syarat tersebut dipenuhi, akhirnya Hanoman pun diangkat ke kahyangan dan bertemu dengan ibunya. 

Adapun karakter Hanoman dalam kehidupan sehari-hari dapat diterjemahkan sebagai:

  • Setia mengabdi kepada pimpinannya
  • Mau bekerja keras untuk mewujudkan janji dan kesetiaannya
  • Bijaksana dalam mengambil keputusan
  • Mau menanggung segala risiko atas janji yang telah terucap

Demikian pembahasan mengenai tokoh Hanoman dalam cerita pewayangan Ramayana. Semoga bermanfaat. 

Posting Komentar untuk "Tokoh Hanoman dalam Cerita Pewayangan Ramayana"