Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tokoh Jembawan dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Jembawan - Jembawan adalah putera Resi Pulastya dari pertapaan Grastina. Ia menjadi pengasuh Subali/Guwarsi, putra Resi Gotama dengan Dewi Indradi/Windradi. Dalam peristiwa rebutan Cupumanik Astagina, Jembawan ikut terjun ke dalam telaga dan berubah wujud menjadi kera.

Tokoh Jembawan dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Cerita Jembawan dalam Ramayana

Ketika terjadi perselisihan antara Subali dan Sugriwa dalam memperebutkan Dewi Tara dan Kerajaan Gowa Kiskenda, Jembawan kembali ke pertapaan Grastina ikut mengasuh Hanoman yang telah ditinggal mati ibunya. Setelah Hanoman besar, mereka kemudian mengabdi kepada Prabu Sugriwa di Gowa Kiskenda. 

Dalam perang besar yang terjadi di Alengka, Jembawan ikut terjun di medan pertempuran dengan menjadi salah satu senapati perang tentara kera. Karena pengabdiannya tersebut, Jembawan kembali menjadi manusia dengan wajah tampan. Oleh karena itulah, ia kemudian memperistri Dewi Trijata, putri Arya Wibisana dengan Dewi Triwati. 

Dari perkawinan antara Jembawan dan Dewi Trijata, lahirlah seorang putri bernama Dewi Jembawati yang setelah dewasa menjadi istri Prabu Kresna, raja negara Dwarawati. 

Setelah perang besar Alengka, Jembawan dan keluarganya hidup di pertapaan Gadamadana. Ia hidup sebagai brahmana. Resi Jembawan meninggal dalam usia lanjut dan jenazahnya dimakamkan di pertapaan Gadamadana. 

Adapun karakter Jembawan apabila diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Setia kepada pemimpin
  • Penuh kasih sayang
  • Bekerja tanpa pamrih
  • Rendah hati dalam bergaul dengan orang lain
  • Teguh kepada pendirian
  • Berani membela kebenaran
  • Tidak sombong atas apa yang ia miliki. 

Demikian sedikit ulasan mengenai tokoh Jembawan dalam cerita pewayangan Ramayana. Semoga bermanfaat. 

 

Posting Komentar untuk "Tokoh Jembawan dalam Cerita Pewayangan Ramayana"