Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tokoh Dasarata dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Dasarata - Dasarata adalah raja keturunan Ikswaku dan berada dalam golongan Dinasti Surya. Ia adalah ayah Rama dan memerintah di Kerajaan Kosala dengan pusat pemerintahannya di Ayodhya. Dasarata merupakan seorang raja besar. Angkatan perangnya bahkan sangat ditakuti di berbagai negara dan tak pernah kalah dalam tiap pertempuran. 

Tokoh Dasarata dalam Cerita Pewayangan Ramayana

Cerita Dasarata dalam Ramayana

Dasarata memiliki tiga permaisuri, yaitu Kosalya, Sumitra, dan Kekayi. Lama setelah pernikahannya, Dasarata belum juga dikarunia anak. Akhirnya ia mengadakan ritual suci dengan menyediakan sesaji yang berupa segala macam bunga indah dan kayu-kayu wangi dengan dicampur madu, maka arang dupa mulai dibakar sehingga menimbulkan asap mengepul yang berbau wangi. 

Sang resi segera bersembahyang meminta kepada Dewa agar sang Prabu mendapat seorang putra yang menjadi penitisan Batara Wisnu, yang kelak menggantikan ayahnya menjadi raja. Sang resi kemudian meminta kepada ketiga istri raja untuk memasuki sanggar. Ketiga istri raja yang telah di sanggari itu segera diminta untuk berjalan jongkok mengelilingi dupa. Ketiganya dengan khidmat melaksanakan petunjuk sang resi. 

Kemudian mereka memusatkan permohonan kepada Dewa agar mereka mendapat berkah dengan diberi masing-masing satu orang putra. Tidak lama kemudian, api dupa atau kemenyan itu terlihat membesar. Bersamaan dengan itu, sang Resi segera memasukkan semua buah-buahan, bunga-bunga, dan kayu-kayu wangi yang telah tersedia ke dalam api kemenyan dicampur lagi dengan madu. Asap besar semakin mengepul.

Setelah api mati, arang dari dupa itu diminta oleh Resi agar ditempat lembut untuk dijadikan campuran sang Prabu dan ketiga istrinya ketika makan nasi dan sayur. Setelah semua upacaya dan syarat dilakukan, sang Resi berpaminta. Beberapa bulan kemudian, suara tangis bayi menyemarakkan istana. Yang pertama melahirkan putera adalah Kosalya, dan puteranya diberi nama Rama. Yang kedua adalah Kekayi, melahirkan putera yang diberi nama Bharata. Yang ketiga adalah Sumitra, melahirkan putera kembar dan diberi nama Laksmana dan Satrugna. 

Dasarata yang sudah tua hendak menobatkan Rama sebagai raja. Hal ini karena Rama adalah putera sulung sekaligus yang paling diharapkan oleh Dasarata. Namun tindakannya tersebut ditentang oleh permaisuri yang paling muda, yaitu Kekayi. Atas tuduhan Kekayi, Dasarata membuang Rama ke dalam hutan. Setelah membuang Rama ke tengah hutan, Dasarata membenci Kekayi dan ia tidak sudi lagi jika wanita tersebut mendekatinya. 

Tak berapa lama kemudian, Dasarata jatuh sakit. Dalam masa-masa kritisnya, ia bersedih sambil mengenang kembali dosa-dosanya. Ia juga mengungkit kisah masa lalu yang kelam di waktu muda kepada Kosalya, yaitu membunuh pertapa muda yang kedua orangtuanya buta. Dalam kesedihannya, Dasarata meninggal dunia karena sakit hati. 

Adapun karakter Dasarata dalam kehidupan sehari-hari dapat diterjemahkan sebagai:

  • Bijaksana dalam menjalankan pemerintahan
  • Berani dan tegas dalam menjalankan hukum dan peraturan yang berlaku di mana ia memimpin
  • Berpikir panjang sebelum membuat keputusan yang diambil agar dapat bermanfaat untuk negara dan masyarakat
  • Mau menepati janji, walaupun terasa berat untuk dipikul

Demikian penjelasan mengenai tokoh Dasarata dalam cerita pewayangan Ramayana. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda. 


Posting Komentar untuk "Tokoh Dasarata dalam Cerita Pewayangan Ramayana"